Showing posts with label Polda metro jaya. Show all posts
Showing posts with label Polda metro jaya. Show all posts

Tuesday, July 4, 2023

Si Kembar Iphone Ditangkap, Kriminolog Korban Bisa Terima Uang Kembali, Namun Prosesnya Rumit

 

Polda Metro Jaya berhasil menangkap pelaku penipuan iPhone, saudara kembar Rihana Rihani. Keduanya ditangkap di sebuah apartemen di Gading Serpong, Tangerang Selatan. Tim Gabungan
Polda Metro Ditreskrimum Jaya berhasil menangkap Rihana Rihani di sebuah apartemen di kawasan Tangerang Selatan Banten.
penangkapan diperintahkan langsung oleh Wakil Direktur Kriminal Polda Metro Jaya, AKBP-Imam Yulisdianto.
penyidik ​​langsung membawa Rihana Rihani ke Polda Metro Jaya untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Polisi menentukan keberadaan keduanya berdasarkan penyelidikan dan informasi yang diberikan oleh keluarga pelaku.Konon keduanya sering pindah tempat berbeda untuk menipu para pejabat. Direkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi mengatakan, Polda Metro Jaya memang telah membentuk tim khusus untuk melacak keberadaan Rihana Rihani. 

 

Polda mengatakan mereka telah menerima banyak laporan dari para korban yang merupakan bagian dari skema Ponzi dan terkait dengan penyedia lain.

                              



Share:

Si Kembar Rihana Rihani Penipu iPhone Modus Pre Order Ditangkap

Penyidik Direktorat Kriminil Umum Polda Metro Jaya merencanakan mengaplikasikan pasal lain pada sang kembar Rihana-Rihani, bukan hanya pasal penipuan dan penggelapan.

Direktur Kriminil Umum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi mengutarakan, penyelidikan akan ke arah bentuk tindak pidana lain, yaitu tindak pidana di sosial media dan pencucian uang.

"Konstruksi pasal (awal), yaitu 378 dan atau 372 KUHP. Ini masalah penipuan dan penggelapan. Akan kami juncto-kan dengan Pasal 64 KUHP," ungkapkan Hengki dalam pertemuan jurnalis di Mapolda Metro Jaya, Selasa (4/7/2023).

"Jika proses penyelidikan kelak rupanya ini sebagai mata penelusuran yang berkaitan, kami akan aplikasikan pasal lain, Pasal 379 huruf a KUHP," lanjut ia.
Simak juga: Cerita Pelarian Sang Kembar Rihana-Rihani: Tidak Bersembunyi di Bali dan Cuma Beralih-pindah Apartemen
Tidak itu saja, penyidik terima laporan jika tindak pidana penipuan dan penggelapan dilaksanakan sang kembar lewat sosial media.
Oleh karenanya, penyidik akan mengaplikasikan pasal pada Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 mengenai Info dan Transaksi bisnis Electronic (UU ITE).

"Karena modusnya memakai sosial media, penyidik akan mengaplikasikan Pasal 28 Undang-Undang ITE. Kami akan aplikasikan tindak pidana pencucian uang," tutur Hengki.

Untuk implementasi pasal tindak pidana pencucian uang alias TPPU, penyidik akan lebih dulu bekerjasama dengan Pusat Laporan Analitis dan Transaksi bisnis Keuangan (PPATK).
Simak juga: Mahirnya Pelarian Sang Kembar Penipu iPhone Rihana-Rihani: Beralih-pindah Apartemen untuk Hapus Tapak jejak

Sebelumnya telah dikabarkan, sang kembar Rihana-Rihani diamankan di Apartemen M Town Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Selasa pagi.
Rihana-Rihani diamankan atas kasus sangkaan penipuan dan penggelapan bermodus preorder IPhone dengan rugi ditaksir capai Rp 35 miliar.

Minimal, ada lebih dari 18 laporan polisi masalah tindak pidana yang sudah dilakukan sang kembar. Laporan polisi itu asal dari banyak daerah di Indonesia.

Sekarang, ke-2 nya sudah diputuskan sebagai terdakwa dan ditahan di ruangan tahanan Polda Metro Jaya.

sumber Kompas 































Share:

Saturday, May 20, 2023

Profil Fadil Imran, Kabaharkam Polri Baru

 

Kapolda metro jaya Fadil Imran telah dilantik menjadi Kabaharkam Polri oleh Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Fadil akan menggantikan Komjen Arief Sulistyanto yang  pensiun. Penunjukan Fadil dikukuhkan dalam  telegram rahasia  ST/714/III/KEP//2023 tanggal 27 Maret 2023.
Telegram itu ditandatangani langsung oleh Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono. 

Profil Fadil Imran 

Nama Fadil Imran sudah tidak asing lagi  di jajaran kepolisian Malang.Selama berkarier sebagai mahasiswa pasca sarjana Akpol tahun 1991, berbagai misi pernah diembannya di Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri. 


Pria kelahiran Ujung Pandang 14 Agustus 1968 ini berpengalaman di bidang reserse. 

Di Polda Metro Jaya, ia pernah menjabat sebagai Kapolres Jakarta Barat (2003), Kasat III Dit Reskrimum Polda Metro Jaya (2007), Kapolres KP3 Tanjung Priok (2008), Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya (2009) dan Dirreskrimsus Polda Metro Jaya (2016).

Pada Revisi Bareskrim Polri ke-52 ini Status Kasubdit IV Dittipidum Bareskrim Polri (2011),  Madya  Pidum Bareskrim Polri (2015), Wadirtipideksus Bareskrim Polri (2016) dan Dirtipid Siber Bareskrim Polri (2017) ) . Pada tahun 2017

Fadil mendirikan Kepolisian Daerah Jawa Timur berdasarkan surat telegram bernomor ST/1378/KEP./V/2020 pada 1 Mei 2020. Saat itu, dia menggantikan Irjen Pol Luka Hermanwan. 

Pria kelahiran Ujung Pandang 14 Agustus 1968 ini berpengalaman di bidang reserse. Di Polda Metro Jaya, ia pernah menjabat sebagai Kapolres Jakarta Barat (2003), Kasat III Dit Reskrimum Polda Metro Jaya (2007), Kapolres KP3 Tanjung Priok (2008), Wadir Reskrimum Polda Metro Jaya (2009) dan Dirreskrimsus Polda Metro Jaya (2016).

Kegiatan Irjen Fadil Imran di wilayah penyidikan 

Kegiatan Irjen Fadil Imran di wilayah penyidikan cukup menarik perhatian publik. Dia telah menangani banyak kasus penting. Sebut saja kasus mutilasi “Ryan Jombang” 2008 di Jawa Timur  dan kasus mutilasi anak  Bekuni alias Babe 2010 di Jakarta Timur.

Semasa menjabat  Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kasat Jatanra, Irjen Fadil pernah menemukan kasus penculikan seorang anak oleh sopir taksi yang menuntut uang tebusan Rp 50 juta. Kasus tersebut  ramai diperbincangkan pada tahun 2007.

Sebagai Wadirtipidexus Bareskrim Polri, Fadil menuntut 325  tersangka dan 85 perusahaan dalam kasus kebakaran hutan seluas 7.264 hektar. 

Selama menjadi Bareskrim Polri, Irjen Fadil juga  mengungkap kasus provokasi yang meluas di grup WhatsApp bernama "The Family Muslim Cyber ​​​​​​​​​​​​​​Army" (MCA).

Kapold Metro Pos 

Fadil Imran dilantik menjadi Kapold Metro pada (16/11/2020). Saat itu ia diangkat oleh Jenderal Idham Azis yang masih menjabat Kapolri. 

Fadil menggantikan Irjen Nana Sudjana yang dipecat akibat insiden  massa di beberapa acara yang dihadiri  Mohammad Rizieq Syihab. 

Selama menjabat sebagai Kapolda Metro, Fadil  mengungkap berbagai  kejahatan  narkoba. Termasuk mendukung pemerintah dalam penanganan pandemi COVID-19 dan vaksinasi.

Setelah dua tahun menjadi Kapolres Metro, Fadil  diangkat menjadi Kabaharkam. Pangkatnya akan naik menjadi bintang tiga atau Komjen Pol.

sumber Kumparan


Share:

Sunday, January 29, 2023

”1st Aniversary Street Race Polda Metro Jaya “Mencari Prestasi Bukan Sensasi”

Jakarta Polda Metro Jaya memberikan fasilitas keperluan pecinta motor balap berkaitan pelintasan khusus untuk latihan yang direncanakan dibuat di teritori Ancol, Jakarta Utara.
Hal tersebut seperti dikatakan oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran di Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (28/1/2023).

"Saya terus akan perjuangkan supaya rekan-rekan mempunyai pelintasan khusus yang mempunyai standard keamanan yang bagus untuk latihan tiap hari," kata Irjen Pol Fadil Imran.

Fadil menerangkan, jika faksinya telah lakukan diskusi dengan pimpinan BUMD DKI, PT Pembangunan Jaya Ancol.

Di tatap muka itu, faksinya sampaikan inspirasi pecinta olahraga motor balap yang ingin mempunyai tempat khusus pelintasan untuk latihan.

"Alhamdulillah disongsong baik oleh Dirut Ancol, rekan-rekan di Jaya Ancol sedang pelajari keperluan dan menganalisis keperluan bersama dengan stakeholder berkaitan," katanya.
Meskipun begitu, dia belum memberi detil selanjutnya teritori di Ancol yang direncanakan dipakai untuk tempat latihan balap Street Race Polda Metro Jaya

Gagasan pengadaan lokasi latihan motor balap itu, lanjut ia, hanya karena motor balap yang tidak mempunyai tempat latihan.

Keadaan itu berlainan bila dibanding tipe olahraga lain seperti futsal yang mempunyai lapangan khusus.

"Saya pikir ini bukanlah hal yang tidak mungkin bisa kami mewujudkan, karena didalamnya ada teknisi yang perlu belajar dan test setting-an mesin. Ada joki yang perlu mengenali kendaraannya, ada yang perlu tontonan untuk selingan, ini ialah ekosistem yang komplet," katanya.
Lalu sesudah di Kemayoran, gagasan ke depan akan membuat Street Race Polda Metro Jaya di daerah mana?

Sebelumnnya, Polda Metro Jaya menulis sekitar 1.124 peserta ikuti motor balap jalanan (street race) seri ke-5 di Kemayoran, Jakarta Pusat yang tidak cuma datang dari Jabodetabek, tetapi juga propinsi lain di luar Jawa.

sumber Youtube dan IG Bapak Kapolda metro jaya Irjen Pol Fadil Imran

Share:

Sunday, January 22, 2023

Kombes Hengki Haryadi Pembongkar 3 Kasus Misterius Terkini, Dari Mutilasi Angela Hingga Serial Killer Wowon

Jakarta. Dalam beberapa bulan akhir beberapa kasus misteri sempat mengguncangkan publik. Terbaru ialah kasus pembunuhan yang sekarang 'akrab' disebut sebagai seri killer Wowon cs.
Kasus itu berawal dari sangkaan keracunan 5 orang di Bekasi, tiga salah satunya wafat. Tetapi belakang ada rangkaian kejadian misteri dibalik kasus itu sesudah dibedah polisi.

Saat sebelum kasus Wowon cs muncul, Polda Metro Jaya membedah kasus yang tidak kalah mengguncangkan, yaitu mutilasi di Bekasi dengan terdakwa Ecky Listianto. Sementara korbannya terakhir ialah figur Angela Hindriarti.

Kasus mutilasi di Bekasi itu awalnya kelihatan sebagai kasus biasa, yaitu berawal dari sebuah laporan akan lenyapnya figur Ecky yang disampaikan istrinya sudah lenyap. Saat mencari kehadiran Ecky dalam suatu rumah kontrakan di wilayah Tambun, Bekasi, polisi malah merasakan sebuah boks container berisi potongan jasad wanita.

Dari sini kasus itu pada akhirnya dibongkar. Sampai sekarang, polisi masih tetap mempelajari kasus itu.

Saat sebelum kasus Ecky muncul, Polda Metro Jaya merasakan satu kasus misteri sekalian sulit. Tidak lain ialah kasus kematian satu keluarga di Kalideres.
Keluarga di Kalideres wafat tidak lumrah, mereka diketemukan di tanggal 10 November 2022. Ke-4 korban ialah ayah Rudyanto Gunawan (71), ibu Renna Margaretha (68), paman Budyanto Gunawan (68) dan anak Dian Febbyana (42).
Banyak pertaruhan ada berkaitan kematian satu keluarga di Kalideres itu. Dimulai dari mistis ritus tertentu, sampai sempat ada rumor toksin. Tetapi sesudah beberapa minggu lakukan penyidikan, polisi mengaitkan tidak diketemukan elemen pidana dalam kasus itu.

Sulitnya kasus itu dianggap oleh Direktur Reserse dan Kriminil Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi. Di mana polisi mengikutsertakan beberapa pakar supaya kasus itu tersingkap.
"Seperti kita kenali sistem penyidikan yang kami bangun yakni scientific crime investigation. Saat kita lakukan penyidikan ilmiah kita harus susuri dan analitis bukti yang ada untuk pastikan hasilnya tepat dan bisa dipertanggungjawabkan," kata Hengki di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (9/12/2022).

Nah Kombes Hengki Haryadi ialah figur dibalik dibongkarnya beberapa kasus misteri itu. Bagaimana rekam tapak jejaknya, baca di halaman selanjutnya

sumber Suara.com











Share:

Pihak kepolisian Sebut Korban Mutilasi di Bekasi Diperiksa Sero Biomolekuler, Kesulitan Tinggi

 Jakarta - Penyidik kepolisian masih konsentrasi untuk menyelidik identitas mayat wanita korban mutilasi yang diletakkan dalam container plastik dalam suatu kontrak, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Korban mutilasi di Bekasi ini masih mistis, belum tersingkap identitasnya.
"Sekarang ini melakukan pengecekan sero biomolekuler untuk pastikan identitas mayat," kata Direktur Reserse Kriminil Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi di Jakarta, Kamis, 5 Januari 2023.

Hengki mengutarakan proses analisis korban memiliki tingkat kesusahan tinggi terkena korban diprediksi sudah wafat cukup lama. "Mayat ini diprediksi lama, oleh karena itu tingkat kesusahan cukup tinggi. Perlu kecermatan dan kehati-hatian," katanya, diambil dari Antara.

Selanjutnya ia menjelaskan penyelidikan pada kasus itu jangan tergantung cuma ke pernyataan terdakwa. Maka dari itu, proses penyidikan harus dilaksanakan secara ilmiah (scientific crime investigation), hingga tidak ada kebimbangan dalam pengungkapan kasus itu.
Hengki menjelaskan sekarang ini penyidik masih kerja kumpulkan alat info berkaitan dan bukti. Sesudah semua komplet, faksi kepolisian akan menerbitkan penuntasan kasus itu ke publik. "Jika identitas mayat telah 'firm' (tentu) karena itu kami akan memberi keterangan kelanjutan secara mendalam," ujarnya.

Penemuan mayat korban mutilasi berawal dari laporan orang lenyap

Awalnya, penemuan mayat korban mutilasi itu bermula dari laporan orang lenyap di Polsek Bantar Gebang. Seorang yang disampaikan lenyap ialah pria berinisial MEL. Selanjutnya polisi mendapatkan info jika yang berkaitan berada di salah satunya kamar kos, Tambun, Bekasi.
Polisi selanjutnya bertandang ke kamar kos MEL pada Kamis, 29 Desember, 2022, sekitaran jam 23.00 WIB dan minta ke pemilik kamar kos untuk buka kamar kost yang bersangkutan. "Di saat kita mencari di lokasi it, kita ajak pemilik kost ke, rupanya dalam kita mendapati, benar-benar mengagetkan untuk kami team penyelidik, rupanya di situ ada mayat dalam dua container," kata Hengki.

Atas penemuan itu, polisi selanjutnya panggil team forensik dan INAFIS untuk lakukan olah tempat peristiwa kasus (TKP) dan mengenali korban. Saat petugas sedang mengevakuasi mayat korban mutilasi itu, ada sebuah mobil yang masuk ke halaman kamar kos, tetapi selanjutnya langsung kabur.

Petugas yang berprasangka buruk selanjutnya langsung memburu mobil itu dan rupanya dalam mobil itu ada MEL dan sebagian orang lainnya. Petugas seterusnya amankan MEL dan semua penumpang mobil itu untuk dilaksanakan pengecekan.

sumber Tempo








Share:

Saturday, January 21, 2023

Ini Gambaran Sadisnya Pembunuhan Berantai di Bantargebang Bekasi

 JAKARTA, Teka-teki pembunuhan berantai yang terjadi di daerah Ciketing Udik, Bantargebang, Kota Bekasi, sudah tersingkap.Lima bagian keluarga yang diketemukan terkapar lemas dalam suatu rumah kontrak daerah Ciketing Udik, Bantargebang, Kota Bekasi, pada Kamis (12/1/2023) rupanya sisi dari gagasan pembunuhan berantai.Sesudah 1 minggu penyidikan, kasus ini rupanya bukan kejadian keracunan, tetapi sebuah kasus pembunuhan sulit dengan sistem eksekusi yang simpel, yakni meracun.

Lima bagian keluarga yang diracun itu ialah Ai Maimunah (40) dan NR (5) sejenis kelamin wanita; dan Ridwan Abdul Muiz (23), Muhammad Riswandi (17), dan Muhammad Dede Solehudin (34) sejenis kelamin lelaki.Aktornya juga rupanya sebagai gerombolan seri killer atau pembunuh merencanakan yang telah menghabiskan nyawa banyak korban.3 orang juga sekarang diputuskan terdakwa. Mereka ialah Wowon Erawan alias Accu, Solihin alias Dulah, dan Muhammad Dede Solehudin.Prihatinnya, aktor masih mempunyai jalinan kekeluargaan dengan beberapa korban. Kejadian sadis meracuni keluarga sendiri itu juga membuka tirai kejahatan mereka yang diletakkan bertahun-tahun.Tindakan Wowon tersingkap malah saat dia secara sampai hati membunuh dengan meracun istrinya sendiri dan anak. Waktu itu, masyarakat dikejuti dengan penemuan ada 5 orang yang tergeletak lemas di dalam rumah kontrakannya.Tiga salah satunya wafat. Mereka ialah Ai Maimunah (40), Ridwan Abdul Muiz (23), dan Muhammad Riswandi (17). Ke-3 nya punyai pertalian sedarah sebagai ibu dan dua anak kandung.Ridwan dan Riswandi sebagai anak hasil pernikahan Ai Maimunah dengan bekas suami pertamanya. Korban selamat berinisial NR mendapatkan pengatasan khusus oleh Barisan Pelindungan Anak Dusun (KPAD).

Baca juga 

Polisi akan mempelajari peluang ada TKW yang lain jadi korban Wowon cs
Pihak kepolisian Sebut Korban Mutilasi di Bekasi Diperiksa Sero Biomolekuler, Kesulitan Tinggi

Dalam pada itu, Muhammad Dede Solihin malah turut diputuskan sebagai terdakwa sesudah dramanya turut minum kopi tersingkap.Olah tempat peristiwa kasus (TKP) yang sudah dilakukan oleh polisi memberi panduan penting, yakni beberapa contoh baik itu makanan atau muntahan, sampai tersisa bakaran sampah.


"Hasil Labfor (laboratorium forensik), muntahan itu memiliki kandungan larutan pestisida, yang jika dimakan manusia, bisa akibatkan kematian," ungkapkan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran, Kamis (19/1/2023).

Aktor pembunuhan itu ialah kepala keluarga sendiri namanya Wowon Erawan alias Accu, ditolong 2 orang dekatnya, yaitu Solihin alias Duloh, dan M Dede Solehudin.
Fadil mengutarakan, beberapa aktor sampai hati meracun keluarganya sendiri karena beberapa korban ketahui tindak pidana yang sudah dilakukan awalnya oleh aktor.
"Mereka lakukan rangkaian pembunuhan dengan pola janji-janji yang dibungkus dengan kekuatan supranatural, janjikan orang jadi sukses dan kaya," tutur Fadil.

Beberapa aktor juga cemas anak dan istrinya mengungkapkan pembunuhan dan penipuan yang sudah dilaksanakan. Oleh karenanya, ke-3 aktor sampai hati menghabiskan nyawa keluarganya sendiri.

Sesudah Wowon dan Solihin diamankan, pencarian malah makin berkembang. Aparatur mendapati bukti lain jika Wowon dkk sudah membunuh beberapa orang di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Berdasar pencarian, ada empat korban yang lain sudah dibunuh oleh Wowon dkk. Ada tiga liang lahat korban sesudah team dari kedokteran forensik dan Labfor masuk ke Cianjur.Selanjutnya, Fadil menjelaskan jika ada satu rangka yang lain dibuang oleh terdakwa ke laut. Sementara, ada pula pernyataan terdakwa, satu rangka lain dalam penelusuran.Berdasar penyidikan sementara, korban pembunuhan berantai dari ke-3 terdakwa sampai sekarang ini sejumlah sembilan orang, yaitu 3 korban di Bekasi, 4 korban di Cianjur, 1 korban di Garut, dan 1 korban lain masih dicari.

Kepercayaan polisi atas 9 orang yang menjadi korban pembunuhan merencanakan Wowon dkk itu berdasar penemuan tiga lubang dari sisi rumah terdakwa Duloh atau Solihin.

Mereka terpendam di wilayah Cianjur, Jawa Barat. Pada lubang pertama berisi rangka anak kecil diperhitungkan atas nama Bayu berumur 2 tahun.

Pada lubang ke-2 , diketemukan dua rangka tulang yang diketemukan pada sebuah lubang diperhitungkan atas nama Noneng dan Wiwin. Lubang ke-3 berisi rangka tulang yang diperhitungkan namanya Farida.Selainnya di Cianjur, aktor sempat juga lakukan tindakan pembunuhan berantai pada 2 orang dengan modus sama di daerah Garut, Jawa Barat.

Penyidik juga lakukan pencarian dan mendapati satu jasad yang terpendam. Sementara satu korban lain belumlah diketahui kehadirannya.Adapun rangkaian pembunuhan di Cianjur, Jawa Barat, didasari untuk kuras harta korbannya.

Beberapa terdakwa akui dapat membuat seseorang kaya dengan janji-janji yang dibungkus bumbu supranatural.

Menurut Fadil, Dullah atau Solihin dan Accu alias Wowon, menarasikan diri mereka sanggup tingkatkan kekayaan. Accu mencari korban."Sesudah bisa korban, diambil uangnya. Saat tidak sukses dan korban meminta janji, Accu melapor ke Dullah. Lalu, Dullah eksekusi dengan kasih minum toksin," ikatnya.Sementara untuk pembunuhan di Bantargebang, mereka membunuh keluarganya sendiri karena dipandang beresiko dan takut tindak pidananya tersingkap.

"Keluarga dekat dipandang beresiko karena mereka mengetahui aktor ini membunuh korban-korbannya lainnya," terang Fadil.Penyidikan pembunuhan berencana yang tersingkap di Bantargebang, Bekasi, tidak henti di situ. Masalahnya tidak tutup peluang ada korban yang lain belum tersingkap.Karena itu, Fadil minta jika ada bagian keluarga lenyap sesudah terkait dengan terdakwa dan belum kembali, keluarga dapat melapor ke Polda Metro Jaya.

"Buat kami kerjakan penyidikan sebagai data pembeda. Untuk yang punyai keluarga yang sempat terkait dengan Wowon, Solihin, dan Dede, kemungkinan dapat terkait dengan Polda Metro Jaya," papar Fadil.Direktur Reserse Kriminil Umum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi menjelaskan, masih tetap ada pengakuan dari saksi yang memberikan laporan masih tetap ada orang lenyap.

"Dari beberapa saksi yang mengatakan, 'masih ada rekan kami belumlah jelas di mana'. Penyidikan belum selesai. Kami akan susuri korban penipuan dan lain orangnya berada di mana, apa di luar negeri atau di Indonesia," tutur Hengki.
Simak juga: Tersisa Bakaran Sampah dan Muntahan Jadi Panduan Ungkapkan Kasus Satu keluarga Keracunan di Bantargebang Bekasi
Disamping itu, Hengki menjelaskan team kepolisian masih tetap mempelajari apa masiha ada peluang jaringan atau mitra in crime lainnya dalam kasus pembunuhan merencanakan ini.

"Kami membuka posko di Cianjur nanti. Kami akan selidik sampai tuntas. Kami ditemani team pakar dan team psikologi forensik," papar dia.

sumber Kompas

Share:

Sunday, January 8, 2023

Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengeluarkan rilis mengenai update perkembangan kasus Kalideres.

 Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengeluarkan rilis mengenai update perkembangan kasus Kalideres. Berikut beberapa hal yang perlu disampaikan agar terhindarnya misinformasi & disinformasi kepada masyarakat. 


Kasus ini masih dalam tahap proses penyelidikan oleh kami, dan penelitian lebih lanjut dari bagian forensik kepolisian. Tunggu video selengkapnya hanya di Youtube Ditreskrimum Polda Metro Jaya

#kasuskalideres #Updatekasus #scientificcrimeinvestigation

Share:

Kasus penipuan modus social engineering masih marak terjadi

 Kasus penipuan modus social engineering masih marak terjadi. Baru-baru ini Ditreskrimum Polda Metro Jaya menerima laporan menurut korban menggunakan modus akun bank diretas/dihack & melakukan pembelian barang-barang tanpa sepengetahuan korban. Pelaku mengatasnamakan menurut bank & mencoba menunjukkan donasi pada korban menggunakan cara menaruh arahan pada korban buat membuka pelaksanaan Whatsapp menurut angka  yg sudah disebutkan tersangka, lalu korban mendapat link menurut angka  tadi & diminta buat memasukan 16 digit angka  kartu debit & kode OTP ke pada link.


Setelah mendapat adanya laporan dugaan Tindak Pidana dimaksud, Tim Opsnal Unit II & Timsus I Subdit Tahbang/Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya melakukan penyelidikan & penyidikan guna mengumpulkan liputan dan indera bukti terkait kasus dimaksud buat mengungkap masalah tadi & menemukan tersangkanya.

Ada dua tersangka yg sudah ditangkap sang Tim Opsnal Unit II & Timsus I Subdit Tahbang/Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Tersangka Inisial M (28) & RA (33) ditangkap dalam hari Rabu, dua November 2022 pada Tulung Selapan, Sumatera Selatan. 

Informasi tentang masalah tindak kriminal Ditreskrimum Polda Metro Jaya bisa diakses melalui

Instagram : @ditreskrimum_pmj

Tiktok: @ditreskrimum.pmj

Hello: @ditreskrimumpmj

Snackvideo: @ditreskrimumpmj


Share:

Blog Archive

Definition List

Unordered List

Support