Showing posts with label Direktur Reserse Kriminal Umum. Show all posts
Showing posts with label Direktur Reserse Kriminal Umum. Show all posts

Sunday, January 22, 2023

Kombes Hengki Haryadi Pembongkar 3 Kasus Misterius Terkini, Dari Mutilasi Angela Hingga Serial Killer Wowon

Jakarta. Dalam beberapa bulan akhir beberapa kasus misteri sempat mengguncangkan publik. Terbaru ialah kasus pembunuhan yang sekarang 'akrab' disebut sebagai seri killer Wowon cs.
Kasus itu berawal dari sangkaan keracunan 5 orang di Bekasi, tiga salah satunya wafat. Tetapi belakang ada rangkaian kejadian misteri dibalik kasus itu sesudah dibedah polisi.

Saat sebelum kasus Wowon cs muncul, Polda Metro Jaya membedah kasus yang tidak kalah mengguncangkan, yaitu mutilasi di Bekasi dengan terdakwa Ecky Listianto. Sementara korbannya terakhir ialah figur Angela Hindriarti.

Kasus mutilasi di Bekasi itu awalnya kelihatan sebagai kasus biasa, yaitu berawal dari sebuah laporan akan lenyapnya figur Ecky yang disampaikan istrinya sudah lenyap. Saat mencari kehadiran Ecky dalam suatu rumah kontrakan di wilayah Tambun, Bekasi, polisi malah merasakan sebuah boks container berisi potongan jasad wanita.

Dari sini kasus itu pada akhirnya dibongkar. Sampai sekarang, polisi masih tetap mempelajari kasus itu.

Saat sebelum kasus Ecky muncul, Polda Metro Jaya merasakan satu kasus misteri sekalian sulit. Tidak lain ialah kasus kematian satu keluarga di Kalideres.
Keluarga di Kalideres wafat tidak lumrah, mereka diketemukan di tanggal 10 November 2022. Ke-4 korban ialah ayah Rudyanto Gunawan (71), ibu Renna Margaretha (68), paman Budyanto Gunawan (68) dan anak Dian Febbyana (42).
Banyak pertaruhan ada berkaitan kematian satu keluarga di Kalideres itu. Dimulai dari mistis ritus tertentu, sampai sempat ada rumor toksin. Tetapi sesudah beberapa minggu lakukan penyidikan, polisi mengaitkan tidak diketemukan elemen pidana dalam kasus itu.

Sulitnya kasus itu dianggap oleh Direktur Reserse dan Kriminil Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi. Di mana polisi mengikutsertakan beberapa pakar supaya kasus itu tersingkap.
"Seperti kita kenali sistem penyidikan yang kami bangun yakni scientific crime investigation. Saat kita lakukan penyidikan ilmiah kita harus susuri dan analitis bukti yang ada untuk pastikan hasilnya tepat dan bisa dipertanggungjawabkan," kata Hengki di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (9/12/2022).

Nah Kombes Hengki Haryadi ialah figur dibalik dibongkarnya beberapa kasus misteri itu. Bagaimana rekam tapak jejaknya, baca di halaman selanjutnya

sumber Suara.com











Share:

Pihak kepolisian Sebut Korban Mutilasi di Bekasi Diperiksa Sero Biomolekuler, Kesulitan Tinggi

 Jakarta - Penyidik kepolisian masih konsentrasi untuk menyelidik identitas mayat wanita korban mutilasi yang diletakkan dalam container plastik dalam suatu kontrak, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Korban mutilasi di Bekasi ini masih mistis, belum tersingkap identitasnya.
"Sekarang ini melakukan pengecekan sero biomolekuler untuk pastikan identitas mayat," kata Direktur Reserse Kriminil Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi di Jakarta, Kamis, 5 Januari 2023.

Hengki mengutarakan proses analisis korban memiliki tingkat kesusahan tinggi terkena korban diprediksi sudah wafat cukup lama. "Mayat ini diprediksi lama, oleh karena itu tingkat kesusahan cukup tinggi. Perlu kecermatan dan kehati-hatian," katanya, diambil dari Antara.

Selanjutnya ia menjelaskan penyelidikan pada kasus itu jangan tergantung cuma ke pernyataan terdakwa. Maka dari itu, proses penyidikan harus dilaksanakan secara ilmiah (scientific crime investigation), hingga tidak ada kebimbangan dalam pengungkapan kasus itu.
Hengki menjelaskan sekarang ini penyidik masih kerja kumpulkan alat info berkaitan dan bukti. Sesudah semua komplet, faksi kepolisian akan menerbitkan penuntasan kasus itu ke publik. "Jika identitas mayat telah 'firm' (tentu) karena itu kami akan memberi keterangan kelanjutan secara mendalam," ujarnya.

Penemuan mayat korban mutilasi berawal dari laporan orang lenyap

Awalnya, penemuan mayat korban mutilasi itu bermula dari laporan orang lenyap di Polsek Bantar Gebang. Seorang yang disampaikan lenyap ialah pria berinisial MEL. Selanjutnya polisi mendapatkan info jika yang berkaitan berada di salah satunya kamar kos, Tambun, Bekasi.
Polisi selanjutnya bertandang ke kamar kos MEL pada Kamis, 29 Desember, 2022, sekitaran jam 23.00 WIB dan minta ke pemilik kamar kos untuk buka kamar kost yang bersangkutan. "Di saat kita mencari di lokasi it, kita ajak pemilik kost ke, rupanya dalam kita mendapati, benar-benar mengagetkan untuk kami team penyelidik, rupanya di situ ada mayat dalam dua container," kata Hengki.

Atas penemuan itu, polisi selanjutnya panggil team forensik dan INAFIS untuk lakukan olah tempat peristiwa kasus (TKP) dan mengenali korban. Saat petugas sedang mengevakuasi mayat korban mutilasi itu, ada sebuah mobil yang masuk ke halaman kamar kos, tetapi selanjutnya langsung kabur.

Petugas yang berprasangka buruk selanjutnya langsung memburu mobil itu dan rupanya dalam mobil itu ada MEL dan sebagian orang lainnya. Petugas seterusnya amankan MEL dan semua penumpang mobil itu untuk dilaksanakan pengecekan.

sumber Tempo








Share:

Blog Archive

Definition List

Unordered List

Support