Showing posts with label Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya. Show all posts
Showing posts with label Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya. Show all posts

Wednesday, April 5, 2023

Debt Collector yang Gertak Polisi Dikejar Sampai Maluku

Debt Collector yang Gertak Polisi Dikejar Sampai Maluku, 

Resmob: Kalian Dapat Lari, Tidak Dapat Bersembunyi debt collector yang gertak polisi diamankan di Maluku, Resmob PMJ Berikan Peringatan untuk Preman lain  debt collector yang gertak polisi diamankan di Maluku TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Polisi pada akhirnya tangkap debt collector yang memarahi anggota Bhabinkamtibmas Aiptu Evin.

Debt collector itu memarahi polisi saat menarik mobil punya Clara Shinta.

Direktur Reserse Kriminil Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi menjelaskan sekarang telah 3 orang debt collector yang diamankan
.
"Ya ada yang telah kita amankan," kata Hengki.kini, polisi tangkap satu dari 3 debt collector itu dii Saparua, Ambon pada Rabu (22/2/2023).

"Satu aktor kita kejar sampai ke Saparua Ambon," kata Hengki.
Sayang, Hengki belum menjelaskan jati diri dari 3 debt collector yang telah diamankan.

"Akan selekasnya kami launching," kata Hengki.

Debt collector yang diamankan di Maluku ialah LW.

Dia sebagai debt collector yang memarahi Aiptu Evin.

Disaksikan dari video Kompas TV, LW datang di Lapangan terbang Soekarno-Hatta dengan pengamanan ketat dari polisi kenakan pakaian preman.

Di video, terlihat juga Kompol Maulana Mukarom.
<

>LW kelihatan kenakan sweater hitam

>

Gantengg debt collector trending yang gertak-bentak polisi saat diamankan pada Kamis (23/2/2023). Berita diamankannya debt collector trending itu memantik komentar selebgram, Clara Shinta (kolase Instagram) Dia terlihat kenakan pakaian bermotif bendera Amerika.

Share:

Sunday, January 22, 2023

Polisi akan mempelajari peluang ada TKW yang lain jadi korban Wowon cs

 Dua tenaga kerja wanita (TKW) namanya Siti dan Farida jadi korban seri killer Wowon cs. Polisi akan mempelajari peluang ada TKW yang lain jadi korban Wowon cs.

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi mengutarakan ini sekalian untuk memeriksa info yang diberi oleh saksi seorang TKW. Menurut saksi itu, ada temannya seorang TKW yang belum dijumpai beritanya sampai kini.

"Ini yang saya berikan barusan (pelajari peluang korban lain). Ada saksi menjelaskan 'tolong dilihat rekanan kami, ini sampai saat ini, beritanya kami tidak bisa kabar'," tutur Hengki ke reporter, Sabtu (21/1/2023).

Hengki menjelaskan sekarang ini polisi terus menyelidik ada peluang TKW yang lain jadi korban. 

Team Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya di bawah pimpinan AKBP Indrawienny Panjiyoga bersama team pakar akan mencari saluran dana dari TKW ke seri killer Wowon cs.

"Karena itu kita check, kita akan susuri semua, siapa TKW yang memberi dana ke terdakwa ini, kita check semua," ujarnya.

Awalnya, Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi menjelaskan ke-2 terdakwa ini ditolong oleh terdakwa Dede Sholehudin alias Dede (34) yang bekerja mengumpulkan dana dari beberapa TKW. Polisi mendapati saluran dana Rp 1 miliar dari rekening Dede.

"Selama ini yang kami dapatkan ada saluran dana Rp 1 miliar," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi di Cianjur, Jawa Barat, Jumat (20/1).

Hengki menjelaskan dana itu ditransfer ke rekening atas nama Dede Sholehudin. Dede yang sebelumnya jadi korban ini rupanya terdakwa dalam pembunuhan ini.

"Dede ini yang mengumpulkan dana dari beberapa TKW," kata Hengki.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Indrawienny Panjiyoga menjelaskan dana Rp 1 miliar ini ialah keseluruhan dana yang terkumpul dari beberapa TKW.
"Saluran dana ini dari beberapa korban TKW, keseluruhan ya. Keseluruhannya lebih kurang Rp 1 miliar, ini masih kami mencari siapa TKW itu," kata Panji.

Panji mengatakan uang itu ditransfer dengan teratur /bulan semenjak rekening dibikin oleh Dede pada April 2019.
"Itu penumpukan, bukan sekali transfer, tetapi kontinu /bulan. Jika dari rekeningnya ini dari April 2019," ucapnya.

Baca Juga 

Pihak kepolisian Sebut Korban Mutilasi di Bekasi Diperiksa Sero Biomolekuler, Kesulitan Tinggi

Dede diperhitungkan jadi penampung dana dari beberapa korban. Karena, ATM-nya digenggam oleh terdakwa Wowon.
"Ini masuk ke rekening Dede Sholehudin, tetapi fisik ATM digenggam Terdakwa Wowon," kata Panji.

Selama ini dijumpai ada dua TKW korban seri killer Wowon dkk. Ke-2 korban ialah Farida, yang dipendam di Cianjur, dan Siti yang dibuang ke laut.

sumber
Detik 
Ditreskrimum Polda Metro jaya





Share:

Blog Archive

Definition List

Unordered List

Support