Showing posts with label Kombes Hengki Haryadi. Show all posts
Showing posts with label Kombes Hengki Haryadi. Show all posts

Tuesday, July 4, 2023

Si Kembar Rihana Rihani Penipu iPhone Modus Pre Order Ditangkap

Penyidik Direktorat Kriminil Umum Polda Metro Jaya merencanakan mengaplikasikan pasal lain pada sang kembar Rihana-Rihani, bukan hanya pasal penipuan dan penggelapan.

Direktur Kriminil Umum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi mengutarakan, penyelidikan akan ke arah bentuk tindak pidana lain, yaitu tindak pidana di sosial media dan pencucian uang.

"Konstruksi pasal (awal), yaitu 378 dan atau 372 KUHP. Ini masalah penipuan dan penggelapan. Akan kami juncto-kan dengan Pasal 64 KUHP," ungkapkan Hengki dalam pertemuan jurnalis di Mapolda Metro Jaya, Selasa (4/7/2023).

"Jika proses penyelidikan kelak rupanya ini sebagai mata penelusuran yang berkaitan, kami akan aplikasikan pasal lain, Pasal 379 huruf a KUHP," lanjut ia.
Simak juga: Cerita Pelarian Sang Kembar Rihana-Rihani: Tidak Bersembunyi di Bali dan Cuma Beralih-pindah Apartemen
Tidak itu saja, penyidik terima laporan jika tindak pidana penipuan dan penggelapan dilaksanakan sang kembar lewat sosial media.
Oleh karenanya, penyidik akan mengaplikasikan pasal pada Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 mengenai Info dan Transaksi bisnis Electronic (UU ITE).

"Karena modusnya memakai sosial media, penyidik akan mengaplikasikan Pasal 28 Undang-Undang ITE. Kami akan aplikasikan tindak pidana pencucian uang," tutur Hengki.

Untuk implementasi pasal tindak pidana pencucian uang alias TPPU, penyidik akan lebih dulu bekerjasama dengan Pusat Laporan Analitis dan Transaksi bisnis Keuangan (PPATK).
Simak juga: Mahirnya Pelarian Sang Kembar Penipu iPhone Rihana-Rihani: Beralih-pindah Apartemen untuk Hapus Tapak jejak

Sebelumnya telah dikabarkan, sang kembar Rihana-Rihani diamankan di Apartemen M Town Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Selasa pagi.
Rihana-Rihani diamankan atas kasus sangkaan penipuan dan penggelapan bermodus preorder IPhone dengan rugi ditaksir capai Rp 35 miliar.

Minimal, ada lebih dari 18 laporan polisi masalah tindak pidana yang sudah dilakukan sang kembar. Laporan polisi itu asal dari banyak daerah di Indonesia.

Sekarang, ke-2 nya sudah diputuskan sebagai terdakwa dan ditahan di ruangan tahanan Polda Metro Jaya.

sumber Kompas 































Share:

Wednesday, April 5, 2023

Debt Collector yang Gertak Polisi Dikejar Sampai Maluku

Debt Collector yang Gertak Polisi Dikejar Sampai Maluku, 

Resmob: Kalian Dapat Lari, Tidak Dapat Bersembunyi debt collector yang gertak polisi diamankan di Maluku, Resmob PMJ Berikan Peringatan untuk Preman lain  debt collector yang gertak polisi diamankan di Maluku TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Polisi pada akhirnya tangkap debt collector yang memarahi anggota Bhabinkamtibmas Aiptu Evin.

Debt collector itu memarahi polisi saat menarik mobil punya Clara Shinta.

Direktur Reserse Kriminil Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi menjelaskan sekarang telah 3 orang debt collector yang diamankan
.
"Ya ada yang telah kita amankan," kata Hengki.kini, polisi tangkap satu dari 3 debt collector itu dii Saparua, Ambon pada Rabu (22/2/2023).

"Satu aktor kita kejar sampai ke Saparua Ambon," kata Hengki.
Sayang, Hengki belum menjelaskan jati diri dari 3 debt collector yang telah diamankan.

"Akan selekasnya kami launching," kata Hengki.

Debt collector yang diamankan di Maluku ialah LW.

Dia sebagai debt collector yang memarahi Aiptu Evin.

Disaksikan dari video Kompas TV, LW datang di Lapangan terbang Soekarno-Hatta dengan pengamanan ketat dari polisi kenakan pakaian preman.

Di video, terlihat juga Kompol Maulana Mukarom.
<

>LW kelihatan kenakan sweater hitam

>

Gantengg debt collector trending yang gertak-bentak polisi saat diamankan pada Kamis (23/2/2023). Berita diamankannya debt collector trending itu memantik komentar selebgram, Clara Shinta (kolase Instagram) Dia terlihat kenakan pakaian bermotif bendera Amerika.

Share:

Sunday, January 22, 2023

Kombes Hengki Haryadi Pembongkar 3 Kasus Misterius Terkini, Dari Mutilasi Angela Hingga Serial Killer Wowon

Jakarta. Dalam beberapa bulan akhir beberapa kasus misteri sempat mengguncangkan publik. Terbaru ialah kasus pembunuhan yang sekarang 'akrab' disebut sebagai seri killer Wowon cs.
Kasus itu berawal dari sangkaan keracunan 5 orang di Bekasi, tiga salah satunya wafat. Tetapi belakang ada rangkaian kejadian misteri dibalik kasus itu sesudah dibedah polisi.

Saat sebelum kasus Wowon cs muncul, Polda Metro Jaya membedah kasus yang tidak kalah mengguncangkan, yaitu mutilasi di Bekasi dengan terdakwa Ecky Listianto. Sementara korbannya terakhir ialah figur Angela Hindriarti.

Kasus mutilasi di Bekasi itu awalnya kelihatan sebagai kasus biasa, yaitu berawal dari sebuah laporan akan lenyapnya figur Ecky yang disampaikan istrinya sudah lenyap. Saat mencari kehadiran Ecky dalam suatu rumah kontrakan di wilayah Tambun, Bekasi, polisi malah merasakan sebuah boks container berisi potongan jasad wanita.

Dari sini kasus itu pada akhirnya dibongkar. Sampai sekarang, polisi masih tetap mempelajari kasus itu.

Saat sebelum kasus Ecky muncul, Polda Metro Jaya merasakan satu kasus misteri sekalian sulit. Tidak lain ialah kasus kematian satu keluarga di Kalideres.
Keluarga di Kalideres wafat tidak lumrah, mereka diketemukan di tanggal 10 November 2022. Ke-4 korban ialah ayah Rudyanto Gunawan (71), ibu Renna Margaretha (68), paman Budyanto Gunawan (68) dan anak Dian Febbyana (42).
Banyak pertaruhan ada berkaitan kematian satu keluarga di Kalideres itu. Dimulai dari mistis ritus tertentu, sampai sempat ada rumor toksin. Tetapi sesudah beberapa minggu lakukan penyidikan, polisi mengaitkan tidak diketemukan elemen pidana dalam kasus itu.

Sulitnya kasus itu dianggap oleh Direktur Reserse dan Kriminil Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi. Di mana polisi mengikutsertakan beberapa pakar supaya kasus itu tersingkap.
"Seperti kita kenali sistem penyidikan yang kami bangun yakni scientific crime investigation. Saat kita lakukan penyidikan ilmiah kita harus susuri dan analitis bukti yang ada untuk pastikan hasilnya tepat dan bisa dipertanggungjawabkan," kata Hengki di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (9/12/2022).

Nah Kombes Hengki Haryadi ialah figur dibalik dibongkarnya beberapa kasus misteri itu. Bagaimana rekam tapak jejaknya, baca di halaman selanjutnya

sumber Suara.com











Share:

Polisi akan mempelajari peluang ada TKW yang lain jadi korban Wowon cs

 Dua tenaga kerja wanita (TKW) namanya Siti dan Farida jadi korban seri killer Wowon cs. Polisi akan mempelajari peluang ada TKW yang lain jadi korban Wowon cs.

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi mengutarakan ini sekalian untuk memeriksa info yang diberi oleh saksi seorang TKW. Menurut saksi itu, ada temannya seorang TKW yang belum dijumpai beritanya sampai kini.

"Ini yang saya berikan barusan (pelajari peluang korban lain). Ada saksi menjelaskan 'tolong dilihat rekanan kami, ini sampai saat ini, beritanya kami tidak bisa kabar'," tutur Hengki ke reporter, Sabtu (21/1/2023).

Hengki menjelaskan sekarang ini polisi terus menyelidik ada peluang TKW yang lain jadi korban. 

Team Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya di bawah pimpinan AKBP Indrawienny Panjiyoga bersama team pakar akan mencari saluran dana dari TKW ke seri killer Wowon cs.

"Karena itu kita check, kita akan susuri semua, siapa TKW yang memberi dana ke terdakwa ini, kita check semua," ujarnya.

Awalnya, Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi menjelaskan ke-2 terdakwa ini ditolong oleh terdakwa Dede Sholehudin alias Dede (34) yang bekerja mengumpulkan dana dari beberapa TKW. Polisi mendapati saluran dana Rp 1 miliar dari rekening Dede.

"Selama ini yang kami dapatkan ada saluran dana Rp 1 miliar," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi di Cianjur, Jawa Barat, Jumat (20/1).

Hengki menjelaskan dana itu ditransfer ke rekening atas nama Dede Sholehudin. Dede yang sebelumnya jadi korban ini rupanya terdakwa dalam pembunuhan ini.

"Dede ini yang mengumpulkan dana dari beberapa TKW," kata Hengki.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Indrawienny Panjiyoga menjelaskan dana Rp 1 miliar ini ialah keseluruhan dana yang terkumpul dari beberapa TKW.
"Saluran dana ini dari beberapa korban TKW, keseluruhan ya. Keseluruhannya lebih kurang Rp 1 miliar, ini masih kami mencari siapa TKW itu," kata Panji.

Panji mengatakan uang itu ditransfer dengan teratur /bulan semenjak rekening dibikin oleh Dede pada April 2019.
"Itu penumpukan, bukan sekali transfer, tetapi kontinu /bulan. Jika dari rekeningnya ini dari April 2019," ucapnya.

Baca Juga 

Pihak kepolisian Sebut Korban Mutilasi di Bekasi Diperiksa Sero Biomolekuler, Kesulitan Tinggi

Dede diperhitungkan jadi penampung dana dari beberapa korban. Karena, ATM-nya digenggam oleh terdakwa Wowon.
"Ini masuk ke rekening Dede Sholehudin, tetapi fisik ATM digenggam Terdakwa Wowon," kata Panji.

Selama ini dijumpai ada dua TKW korban seri killer Wowon dkk. Ke-2 korban ialah Farida, yang dipendam di Cianjur, dan Siti yang dibuang ke laut.

sumber
Detik 
Ditreskrimum Polda Metro jaya





Share:

Saturday, January 21, 2023

Ini Gambaran Sadisnya Pembunuhan Berantai di Bantargebang Bekasi

 JAKARTA, Teka-teki pembunuhan berantai yang terjadi di daerah Ciketing Udik, Bantargebang, Kota Bekasi, sudah tersingkap.Lima bagian keluarga yang diketemukan terkapar lemas dalam suatu rumah kontrak daerah Ciketing Udik, Bantargebang, Kota Bekasi, pada Kamis (12/1/2023) rupanya sisi dari gagasan pembunuhan berantai.Sesudah 1 minggu penyidikan, kasus ini rupanya bukan kejadian keracunan, tetapi sebuah kasus pembunuhan sulit dengan sistem eksekusi yang simpel, yakni meracun.

Lima bagian keluarga yang diracun itu ialah Ai Maimunah (40) dan NR (5) sejenis kelamin wanita; dan Ridwan Abdul Muiz (23), Muhammad Riswandi (17), dan Muhammad Dede Solehudin (34) sejenis kelamin lelaki.Aktornya juga rupanya sebagai gerombolan seri killer atau pembunuh merencanakan yang telah menghabiskan nyawa banyak korban.3 orang juga sekarang diputuskan terdakwa. Mereka ialah Wowon Erawan alias Accu, Solihin alias Dulah, dan Muhammad Dede Solehudin.Prihatinnya, aktor masih mempunyai jalinan kekeluargaan dengan beberapa korban. Kejadian sadis meracuni keluarga sendiri itu juga membuka tirai kejahatan mereka yang diletakkan bertahun-tahun.Tindakan Wowon tersingkap malah saat dia secara sampai hati membunuh dengan meracun istrinya sendiri dan anak. Waktu itu, masyarakat dikejuti dengan penemuan ada 5 orang yang tergeletak lemas di dalam rumah kontrakannya.Tiga salah satunya wafat. Mereka ialah Ai Maimunah (40), Ridwan Abdul Muiz (23), dan Muhammad Riswandi (17). Ke-3 nya punyai pertalian sedarah sebagai ibu dan dua anak kandung.Ridwan dan Riswandi sebagai anak hasil pernikahan Ai Maimunah dengan bekas suami pertamanya. Korban selamat berinisial NR mendapatkan pengatasan khusus oleh Barisan Pelindungan Anak Dusun (KPAD).

Baca juga 

Polisi akan mempelajari peluang ada TKW yang lain jadi korban Wowon cs
Pihak kepolisian Sebut Korban Mutilasi di Bekasi Diperiksa Sero Biomolekuler, Kesulitan Tinggi

Dalam pada itu, Muhammad Dede Solihin malah turut diputuskan sebagai terdakwa sesudah dramanya turut minum kopi tersingkap.Olah tempat peristiwa kasus (TKP) yang sudah dilakukan oleh polisi memberi panduan penting, yakni beberapa contoh baik itu makanan atau muntahan, sampai tersisa bakaran sampah.


"Hasil Labfor (laboratorium forensik), muntahan itu memiliki kandungan larutan pestisida, yang jika dimakan manusia, bisa akibatkan kematian," ungkapkan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran, Kamis (19/1/2023).

Aktor pembunuhan itu ialah kepala keluarga sendiri namanya Wowon Erawan alias Accu, ditolong 2 orang dekatnya, yaitu Solihin alias Duloh, dan M Dede Solehudin.
Fadil mengutarakan, beberapa aktor sampai hati meracun keluarganya sendiri karena beberapa korban ketahui tindak pidana yang sudah dilakukan awalnya oleh aktor.
"Mereka lakukan rangkaian pembunuhan dengan pola janji-janji yang dibungkus dengan kekuatan supranatural, janjikan orang jadi sukses dan kaya," tutur Fadil.

Beberapa aktor juga cemas anak dan istrinya mengungkapkan pembunuhan dan penipuan yang sudah dilaksanakan. Oleh karenanya, ke-3 aktor sampai hati menghabiskan nyawa keluarganya sendiri.

Sesudah Wowon dan Solihin diamankan, pencarian malah makin berkembang. Aparatur mendapati bukti lain jika Wowon dkk sudah membunuh beberapa orang di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Berdasar pencarian, ada empat korban yang lain sudah dibunuh oleh Wowon dkk. Ada tiga liang lahat korban sesudah team dari kedokteran forensik dan Labfor masuk ke Cianjur.Selanjutnya, Fadil menjelaskan jika ada satu rangka yang lain dibuang oleh terdakwa ke laut. Sementara, ada pula pernyataan terdakwa, satu rangka lain dalam penelusuran.Berdasar penyidikan sementara, korban pembunuhan berantai dari ke-3 terdakwa sampai sekarang ini sejumlah sembilan orang, yaitu 3 korban di Bekasi, 4 korban di Cianjur, 1 korban di Garut, dan 1 korban lain masih dicari.

Kepercayaan polisi atas 9 orang yang menjadi korban pembunuhan merencanakan Wowon dkk itu berdasar penemuan tiga lubang dari sisi rumah terdakwa Duloh atau Solihin.

Mereka terpendam di wilayah Cianjur, Jawa Barat. Pada lubang pertama berisi rangka anak kecil diperhitungkan atas nama Bayu berumur 2 tahun.

Pada lubang ke-2 , diketemukan dua rangka tulang yang diketemukan pada sebuah lubang diperhitungkan atas nama Noneng dan Wiwin. Lubang ke-3 berisi rangka tulang yang diperhitungkan namanya Farida.Selainnya di Cianjur, aktor sempat juga lakukan tindakan pembunuhan berantai pada 2 orang dengan modus sama di daerah Garut, Jawa Barat.

Penyidik juga lakukan pencarian dan mendapati satu jasad yang terpendam. Sementara satu korban lain belumlah diketahui kehadirannya.Adapun rangkaian pembunuhan di Cianjur, Jawa Barat, didasari untuk kuras harta korbannya.

Beberapa terdakwa akui dapat membuat seseorang kaya dengan janji-janji yang dibungkus bumbu supranatural.

Menurut Fadil, Dullah atau Solihin dan Accu alias Wowon, menarasikan diri mereka sanggup tingkatkan kekayaan. Accu mencari korban."Sesudah bisa korban, diambil uangnya. Saat tidak sukses dan korban meminta janji, Accu melapor ke Dullah. Lalu, Dullah eksekusi dengan kasih minum toksin," ikatnya.Sementara untuk pembunuhan di Bantargebang, mereka membunuh keluarganya sendiri karena dipandang beresiko dan takut tindak pidananya tersingkap.

"Keluarga dekat dipandang beresiko karena mereka mengetahui aktor ini membunuh korban-korbannya lainnya," terang Fadil.Penyidikan pembunuhan berencana yang tersingkap di Bantargebang, Bekasi, tidak henti di situ. Masalahnya tidak tutup peluang ada korban yang lain belum tersingkap.Karena itu, Fadil minta jika ada bagian keluarga lenyap sesudah terkait dengan terdakwa dan belum kembali, keluarga dapat melapor ke Polda Metro Jaya.

"Buat kami kerjakan penyidikan sebagai data pembeda. Untuk yang punyai keluarga yang sempat terkait dengan Wowon, Solihin, dan Dede, kemungkinan dapat terkait dengan Polda Metro Jaya," papar Fadil.Direktur Reserse Kriminil Umum Polda Metro Jaya Kombes Hengki Haryadi menjelaskan, masih tetap ada pengakuan dari saksi yang memberikan laporan masih tetap ada orang lenyap.

"Dari beberapa saksi yang mengatakan, 'masih ada rekan kami belumlah jelas di mana'. Penyidikan belum selesai. Kami akan susuri korban penipuan dan lain orangnya berada di mana, apa di luar negeri atau di Indonesia," tutur Hengki.
Simak juga: Tersisa Bakaran Sampah dan Muntahan Jadi Panduan Ungkapkan Kasus Satu keluarga Keracunan di Bantargebang Bekasi
Disamping itu, Hengki menjelaskan team kepolisian masih tetap mempelajari apa masiha ada peluang jaringan atau mitra in crime lainnya dalam kasus pembunuhan merencanakan ini.

"Kami membuka posko di Cianjur nanti. Kami akan selidik sampai tuntas. Kami ditemani team pakar dan team psikologi forensik," papar dia.

sumber Kompas

Share:

Blog Archive

Definition List

Unordered List

Support